Image Description

PUSAT
COVID-19 Labuhanbatu

Nomor
Telepon Bantuan

(0624) 2600 999

Angka Kejadian di Kabupaten Labuhanbatu

Update Terakhir: Selasa 26 Mei 2020

PASIEN DIRAWAT COVID-19

0 Orang

PASIEN SEMBUH COVID-19

1 Orang

MENINGGAL COVID-19

0 Orang

ODP (Orang Dalam Pemantauan)
0

Dipantau

15

Selesai

15

Total

Pelaku Perjalanan
125

Dipantau

2400

Selesai

2525

Total

OTG (Orang Tanpa Gejala)
0

Dipantau

98

Selesai

98

Total

PDP (Pasien Dalam Pemantauan)
2

Dirawat

1

Selesai

2

Meninggal

5

Total

Total Angka Kejadian Kabupaten Labuhanbatu
2644

Total Keseluruhan Angka Kejadian Kabupaten Labuhanbatu

Keterangan
ODP (Orang Dalam Pemantauan)

ODP adalah singkatan dari orang dalam pemantauan. Seseorang dikatakan masuk dalam kategori ODP apabila ia sempat bepergian ke daerah lain yang merupakan pusat penyebaran atau memiliki kasus positif virus Covid-19. Anda juga akan masuk sebagai ODP apabila pernah berkontak langsung dengan pasien yang positif corona.

PDP (Pasien Dalam Pengawasan)

PDP adalah singkatan dari pasien dalam pengawasan. Artinya, orang yang masuk ke dalam kategori ini sudah dirawat oleh tenaga kesehatan (menjadi pasien).

Apa yang Harus Diketahui ?


Apa Itu COVID-19?


COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (2019-nCoV), jenis baru coronavirus yang pada manusia menyebabkan penyakit mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Pada 11 Februari 2020, World Health Organization (WHO) mengumumkan nama penyakit yang disebabkan 2019-nCov, yaitu Coronavirus Disease (COVID-19).


Gejala


Gejala umum berupa demam ≥38°C, batuk kering, dan sesak napas. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita COVID-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.


Penularan


Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Seseorang juga bisa terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit.

Image Description

Jangan Panik

Daftar Rumah Sakit Kabupaten Labuhanbatu
RSUD Rantauprapat

Jln. K.H. Dewantara No. 129

active-call icon 0624-21228
RSU Karya Bakti Ujung Bandar

Jalan Karya Bakti No. 20

active-call icon 0624-21118
RSU Elpi Al-Azis

Jl. WR Supratman

active-call icon 0624-2600380
RS HARTATI MEDICAL CENTER

Jl. Siringo - Ringo, Sirandorung

active-call icon 0624-7671518
RSU PTP III Aek Nabara

Aek Nabara, Pd. Batu, Bilah Hulu

active-call icon 0624-29250
Lindungi Diri dan Orang Lain

Sampai saat ini COVID-19 belum memiliki vaksin, sehingga cara terbaik untuk tidak terinfeksi adalah dengan menghindari terekspos virus.

COVID-19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui tetesan kecil (droplet) saat batuk atau bersin. Maka yang bisa Anda lakukan adalah:

  • Sering cuci tangan dengan sabun atau hand-sanitizer
  • Hindari menyentuh wajah, terutama hidung, mulut, dan mata
  • Bersihkan permukaan benda yang disentuh banyak orang
  • Physical Distancing! Minimalisir kontak fisik dengan sesama
  • Jaga jarak 1-3 meter dengan orang yang sakit
  • Jika sakit, kenakanlah masker, tetap tinggal dirumah bila perlu periksakan diri ke dokter

Infografis

Kenapa harus Physical Distancing (Jaga Jarak Sesama)?

COVID-19 menyebar dengan cepat. Orang dapat terinfeksi tanpa menunjukkan gejala, namun tetap dapat menyebarkannya ke orang lain. Jika kita tidak melakukan upaya pencegahan berupa menghindari keramaian, jumlah orang terinfeksi akan meledak dan fasilitas layanan kesehatan akan kewalahan sehingga banyak kasus akan tidak tertangani.

Physical distancing akan mengurangi laju penularan dan mengizinkan pasien terinfeksi untuk ditangani hingga sembuh, seperti di grafik terlampir.